Kaka Wock

Kaka Wock
SARTINA (SAHABAT ARTIKEL INDONESIA) - Ruang Blog Untuk Menginspirasikan Wawasan Dan Berbagi Pengetahuan. Salam Kaka Wock !!!

Selasa, 30 April 2013

KISAH CINTAKU BERAKHIR DI TAHUN 2013



KISAH CINTAKU BERAKHIR DI TAHUN 2013

Senyumanmu semakin lama semakin manis seperti gula-gula yang dikerumuni oleh begitu banyaknya semut. Ketika aku melihat gula itu enak, aku mengambilnya dan merasakan disetiap rasanya. Lambat laun gula itu sudah tidak berasa lagi dan sudah tidak berguna bagiku. gula itu sudah mencair dan tidak kelihatan butiran-butirannya lagi. Gula itu juga sama sepertimu.
Hidupku menjadi hampa dan hilang semuanya canda tawa, Hati ini melingkupi dengan kesedihan yang begitu mendalam. Mengapa semuanya harus berakhir dengan tetesan airmata. Cinta itu telah lenyap dan terhanyut bersama dengan air mengalir yang membawa seuntai daun kering menerpa derasnya arus. Kau kucinta dan kusayang, akhirnya kau pergi meninggalkanku sendiri.
Hari-hari indah antara kita entah tak tahu dimana. Pikiranku kosong melayang-layang. Oh Tuhan Kemanakah ku harus mencarinya! Cinta yang kau berikan kepadaku sangat begitu sempurna dan memancarkan sinar yang terang abadi, menyatu seperti embun yang berjatuhan di atas bunga dan bebatuan. Semerbak harummu yang hilang, masih bisa aku rasakan setiap saat.
Sebaliknya didalam benaku, Aku hanya bisa memandangi disaat kita berdua pernah saling mengungkapkan rasa cinta, rela berjanji selamanya takan pernah pisah. Namun kisah cinta kita hanya sebatas seumur jagung, dan ikatan tali benangpun sudah putus.  tak ada lagi yang namanya harapan cinta demi hari esok. Yang ada hanyalah rasa keperihan hati yang menyakitkan bagai tertusuk jarum di dada.
Perjalananku sepanjang hari semakin menyedihkan, dan Membuat hatiku sungguh terasa berat. Namun aku hanya bisa berkata kepada Tuhan agar ia dapat menopangku dalam keluh kesah cinta ini. Aku meratapi dan merenungi semua keindahan itu. Kapankah semuanya akan kembali lagi sama seperti dahulu kala. Apakah ini yang dinamakan Mimpi yang telah hilang. Tapi mengapa cinta ini harus berakhir di Tahun 2013 dengan keperihan derai airmata yang tak kuinginkan seumur hidupku.
Seandainya jika kita tidak saling bertemu, aku mungkin tidak akan pernah meneteskan airmata ini untukmu. Tetapi kita sudah bersama dan mengarungi bahterah cinta sekian lamanya, maka meneteslah airmataku ini kepadamu. Seharusnya aku harus bisa lebih kuat dan menerima kenyataan yang pahit dengan penuh kesabaran, Dan akan kubawa sampai aku mati, tapi aku tak bisa.
Kuberharap semoga Tuhan dapat mengampuni segala dosa-dosaku ini, dan kita dapat dipertemukan kembali didalam kehidupan mendatang. Dan pastinya kuberdoa sepanjang nafas hidupku, bahwa perjalananmu pastinya akan sangat bahagia dengan pilihan hatimu. Itulah permohonanku yang kutuangkan dalam surat cinta sederhana ini.

 Puisi surat cinta ini diungkapkan oleh seorang lelaki muda. Ia menulis sebuah isi hatinya dalam bentuk puisi yang ditujukan kepada mantan pacarnya. Secara kebetulan, mantan pacarnya itu berada di sebuah kota yang letaknya sangat jauh. Semenjak mereka pacaran. Hubungan keduanya sangat baik. Suatu ketika mereka berpisah untuk kurun waktu yang telah ditentukan selama gadis itu pergi menempuh cita-citanya (Kuliah) gadis itupun menetap di kota tersebut bersama orangtuanya, maka gadis itu tidak pernah kembali lagi ke kota dimana pria itu tinggal. dan seiringnya waktu, tidak ada lagi kabar satupun dari gadis itu , hubungan mereka  kini amat jauh dan sesekali berkomunikasi. akhirnya didapat kabar bahwa gadis tersebut sudah bertunangan dengan pasangan pilihan orangtuanya. Maka hancurlah sudah harapan hidup si laki-laki itu. Ia bermenung dan membuat puisi untuk mengirimnya lewat Facebook sigadis itu agar ia bisa membacanya.
Semoga artikel ini dapat berguna bagi para pembaca……………….
Sekian dari saya yang membuat refleksi puisi cinta 2013.
Penulis :
By : Fredy Hendro Soebiakto. (kaka wock)
http:kakahendroblogspot.com/

(HARI BURUH NASINONAL 1 MEI 2013)


(HARI BURUH NASINONAL 1 MEI 2013)
Hak Dalam Bekerja Dan Mendapat Upah Yang Adil
(Solusi Bagi Pimpinan Pemerintah, Instansi-Instansi Dan Swasta)
Oleh : Fredy Hendro Soebiakto


Hak untuk bekerja
Setiap orang mempunyai hak untuk bekerja sebab dengan bekerja ia dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Bekerja merupakan suatu panggilan dari Allah kepada manusia, sehingga manusia harus bekerja sama dengan Allah. dalam menjalankan pekerjaan ada yang diberi upah dan ada juga yang tidak. Untuk menghindari kemiskinan dan pengangguran maka pemerintah, Instansi dan swasta sebaiknya menyediakan lapangan pekerjaan yang memadai agar masyarakat dapat mencari nafkah demi kelangsungan hidupnya. Jika ada yang tidak bisa bekerja, paling tidak harus mendapat sokongan ekonomi. Hak untuk bekerja ini tidak mencakup hak untuk bekerja sesuai dengan keahlian, namun seseorang diharapkan supaya bisa puas dengan pekerjaannya. Hak juga menyangkut kedudukan di tempat kerja, hak ini biasanya dijamin dan dilindungi oleh suatu kontrak kerja dalam suatu instansi tertentu.

Hak atas Upah yang Adil
Upah sering disebut juga gaji. Upah adalah imbalan yang diberikan kepada seseorang karena telah menjalankan tugasnya. Mendapatkan upah yang adil ditekankan karena biasanya para buruh atau karyawan dikuasai oleh pimpinan dan atau majikannya, sehingga kadang-kadang upah yang dibayar tidak sesuai dengan jenis pekerjaan. Selanjutnya jika banyak pekerja tetapi lingkungan pekerjaannya kecil atau tidak mencukupi dan terpaksa menerima mereka untuk bekerja, maka walaupun upahnya kecil para pekerja harus ikhlas menerimanya. Apakah pimpinan pekerjaan juga memiliki hati yang iklas untuk membayar upah secara wajar kepada bawahannya? Hal semacam ini perlu diperhatikan supaya setiap bawahan tidak selalu menjadi korban dari ketidak-adilan para pimpinan pemerintah, Instansi-instansi dan Swasta. Dengan demikian maka upah harus dibayar sesuai dengan yang telah disepakati dalam  kontrak.

Kriteria menyangkut Keadilan Komutatif
Keadilan komutatif menuntut adanya keseimbangan antara pelayanan dan upah. Artinya upah harus diberikan sesuai dengan jenis pekerjaan agar kebutuhan hidup dapat terpenuhi dengan baik. Para buruh memberikan jasa yang begitu besar untuk suatu produksi, sehingga mereka mempunyai hak juga untuk memperoleh keuntungan dari hasil kerja mereka. Keadilan komutatif ini menunntut ketrampilan yang sama dan mendapat upah yang sama pula, demikian pun dengan gaji. Berkaitan dengan hal ini maka sebaiknya dihindari setiap diskriminasi.

Kriteria menyangkut keadilan sosial
Upah yang diberikan kepada seorang buruh harus dapat membantunya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Menabung dan asuransi untuk hari tuanya dan lain sebagainya. Upah disesuaikan dengan pertumbuhan dan perkembangan ekonomi yang terjadi. Hal pentingnya adalah adanya penyediaan lapangan kerja bagi masyarakat dengan pemberian upah yang sesuai. Tujuan ini agar salah satu pihak tidak merasa  dirugikan tetapi sama-sama puas dengan usaha yang dijalani tersebut. Keadilan sosial yang lebih diutamakan adalah menuntut pengurangan harga barang-barang dengan tujuan agar masyarakat pun diuntungkan sehingga mereka dapat mencapai kesejahteraan hidup dan akhirnya mengalami Salus Animarum bersama Allah.